Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Liputan 24 Sulawesi Selatan

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Tribe Rating: Runtuhnya Benteng Pertahanan Roma di Anfield

Posted by On 5:01 PM

Tribe Rating: Runtuhnya Benteng Pertahanan Roma di Anfield

AS Roma mempersulit langkah mereka sendiri menuju final Liga Champions 2018 setelah dipermalukan 5-2 oleh Liverpool dalam laga pertama semifinal yang berlangsung di stadion Anfield pada Selasa (24/4) malam waktu setempat. Buruknya pertahanan Il Lupi, khususnya dalam mengantisipasi serangan balik membuat trio Mane-Firmino-Salah berhasil mencetak 5 gol ke gawang Alisson Becker.

Meski demikian, Roma berhasil menciptakan dua gol away di akhir babak kedua lewat sepakan Edin Dzeko dan Diego Perotti. Hasil ini membuat Roma harus menang dengan selisih tiga gol dalam laga kedua di stadion Olimpico yang berlangsung pekan depan, jika ingin lolos ke final untuk pertama kalinya dalam 34 tahun. Berikut ini adalah rating par a pemain Roma di laga kali ini.

Alisson Becker (5)

Sudah melakukan yang ia bisa sebaik mungkin di lapangan. Bukan salahnya jika Roma kebobolan banyak gol.

Juan Jesus (4)

Ia seharusnya belajar dari kesalahan, bukannya terus mengulanginya. Ti ga gol Liverpool berasal dari areanya bermain. Ia kesulitan menghentikan Mohamed Salah, dan posisinya sering terlalu tinggi, dan kesulitan untuk melakukan trackback saat Roma diserang balik.

Kostas Manolas (4)

Khusus dua gol pertama, ia harusnya bisa lebih baik lagi dalam menutup Salah maupun Firmino. Dua gol Liverpool berikutnya, ia gagal menutup pergerakan Firmino dan Mane yang mauk ke tengah untuk menceploskan bola ke gawang. Meskipun secara statistik ia bermain bagus, namun jadi terlihat tak berarti saat Roma kebobolan 5 gol.

Federico Fazio (4)

Seperti bek Roma yang lain, Fazio juga cukup bagus dalam bertahan, khususnya dalam memenangkan duel udara. Namun ia juga kesulitan melakukan trackback saat Liverpool melakukan counter attack (tiga bek tengah Roma memainkan garis pertahanan yang tinggi namun kesulitan untuk mundur), yang membuat pertahanan Roma begitu terbuka.

Aleksandar Kolarov (4,5)

Bermain bagus dalam membantu serangan, namun duetnya di sisi kiri bersama Juan Jesus gagal menghentikan pergerakan Salah. Seandainya sepakannya di babak pertama tak membentur tiang gawang, mungkin ceritanya bakal berbeda.

Kevin Strootman (4)

bermain tidk lebih baik dibandignkan De Rossi, khususnya dalam bertahan. Bersama sang kapten, ia gagal memenangi pertarungan di lini tengah, yang membuat pertahanan Roma begitu mudah dieksploitasi. Penampilannya baru membaik saat Roma mengganti taktik di p ertengahan babak kedua.

Daniele De Rossi (4)

Secara statistik, ia bermain bagus, utamanya saat membantu pertahanan. Namun nyatanya itu tak cukup, mengingat ada 4 gol lewat open-play yang diciptakan oleh Liverpool, satu diantaranya lewat sisi tengah.

Alessandro Florenzi (4)

Jika dibandingkan dengan Kolarov yang ada di sisi sayap kiri, penampilannya jelas kalah jauh. Akurasi umpannya juga yang paling buruk diantara para pemain bertahan. Namun setidaknya gol-gol Liverpool tidak berasal dari areanya, meskipun sebenarnya ia bisa melakukan yang lebih baik lagi untuk membantu menutup pergerakan Sadio Mane ataupun Firmino.

Radja Nainggolan (5)

Saat diubah posisinya menjadi second striker, permainannya langsung membaik. Ia memberikan asis untuk Dzeko pada gol pertama Roma dan sepakannya yang membentur tangan James Milner membuat Roma mendapatkan tendangan penalti yang berujung gol kedua. Ia seharusnya bermain seperti ini sejak awal.

Cengiz Under (3)

Tidak ada yang impresif dari hari ini. Ia seperti menghilang di laga ini. Ia juga gagal memberikan ancaman berarti untuk pertahanan Liverpool. Tak ada peluang atau tembakan yang diciptakan olehnya.

Edin Dzeko (5)

Tak banyak yang bisa dilakukan olehnya untuk mengancam gawang Liverpool karena ia pun kekurangan pasokan bola. Saat Roma mengganti taktik setelah kebobolan banyak, penampilannya semakin bagus. Ia memiliki tiga peluang di 15 menit akhir babak kedua, satu diantaranya menajdi gol.

Patrick Schick (4)

Masuk menggantikan Under di awal babak kedua. Memiliki dua peluang yang terbuang percuma. Meski begitu, penampilannya membaik menjelang akhir ba bak kedua dan turut memberikan ancaman pada pertahanan Liverpool.

Maxime Gonalons (4,5)

Jika membandingkan secara individu, ia tak lebih baik dari De Rossi. Aksi bertahannya pun tidak semengesankan sang kapten. Namun selama ia mengisi posisi gelandang bertahan, Liverpool tak skelaipun berhasil mencetak gol dari situasi open-play.

Diego Perotti (5)

Memberikan kreativitas di lini depan yang amat dibutuhkan Roma. Hasilnya pun begitu terasa karena Roma berhasil mencetak dua gol. Sayang ia terlambat dimasukkan.

Sumber: Google News | Liputan 24 Benteng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »