www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 11:24 PM

Tarik Minat Pengunjung, Pengelola Objek Wisata Buttu Macca ...

Tarik Minat Pengunjung, Pengelola Objek Wisata Buttu Macca Enrekang Tambah Dua Wahana Baru

Untuk sepeda Rp 15 ribu dan ayunan ekstrem juga Rp 15 ribu untuk sekali naik di wahana tersebut.

Tarik Minat Pengunjung, Pengelola Objek Wisata Buttu Macca Enrekang Tambah Dua Wahana Barum azis albar/tribunenrekang.comSpot dan wahana baru di objek wisata Buttu Macca di Dusun Pulauan, Desa Bambapuang, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Sulsel.

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Pengelola objek wisata Buttu Macca di Dusun Pulauan, Desa Bambapuang, Kecamatan Anggeraj a, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) terus berupaya menarik pengunjungnya.

Hal itu dilakukan dengan menambah wahana dan spot foto menarik agar makin memanjakan pengunjungnya.

Menurut Pengelola Buttu Macca, Zul, pihaknya baru saja menambah dua wahana baru yakni flying fox dan sepeda.

Spot dan wahana baru di objek wisata Buttu Macca di Dusun Pulauan, Desa Bambapuang, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Sulsel.
Spot dan wahana baru di objek wisata Buttu Macca di Dusun Pulauan, Desa Bambapuang, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Sulsel. (m azis albar/tribunenrekang.com)

Sementara untuk spot foto baru, pihaknya juga menghadirkan gubuk hashtagexploreenrekang, sofa cinta, love dan lainnya.

"Tahun lalu kita hanya punya delapan spot foto dan satu wahana ekstrem, saat ini sudah ada 13 spot foto dan tiga wahana," kata Zul kepada TribunEnrekang.com, Selasa (19/6/2018).

Pengunjung berfoto di salah satu spot Objek Wisata Buttu Macca di Dusun Pulauan, Desa Bambapuang, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Pengunjung berfoto di salah satu spot Objek Wisata Buttu Macca di Dusun Pulauan, Desa Bambapuang, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel). (m azis albar/tribunenrekang.com)

Ia menjelaskan, untuk tiga wahana baru seperti flying fox pengunjung harus merogoh kocek senilai Rp 25 ribu. Sementara untuk sepeda Rp 15 ribu dan ayunan ekstrem juga Rp 15 ribu untuk sekali naik di wahana tersebut.

"Kita akan upayakan ada penambahan spot lagi, ki ta rencanakan akan ada tambahan spof foto pesawat agar pengunjung makin meningkat," tuturnya.(*)

Penulis: Muh. Asiz Albar Editor: Hasriyani Latif Ikuti kami di Diikat di Pohon, Dokter Ini Saksikan Istri dan Putrinya Dirudapaksa 20 Pemuda saat Balik dari Klinik Sumber: Google News | Liputan 24 Enrekang

thumbnail

Posted by On 11:23 PM

Ketua DPRD Enrekang : Saya PAN, Saya IYL- Cakka

Berita Terkait

  • Pria Ini Nekat Culik, Cabuli Anak Dibawah Umur Hingga Minta Tebusan Rp500 Juta

  • Kunker ke Gowa, Kapolda Sulsel Apresiasi Perubahan Polres Gowa

  • Berkunjung ke Gowa, Kapolres & Pejabat Utama Sambut Kedatangan Kapolda Sulsel

  • Piala Dunia 2018: Ini yang Dilakukan Pelatih Maroko Agar Cristiano Ronaldo Tak Istimewa

  • Tambah Libur, Sekda Sidrap Janjikan Sanksi Tegas Bagi ASN Nakal

  • Piala Dunia 2018: Spanyol Vs Iran, Iniesta Meyakini Laga Ini Tidak Mudah

Sumber: Google News | Liputan 24 Enreka ng

thumbnail

Posted by On 11:23 PM

Demi Masa Depan, Muda-Mudi di Enrekang Galang Dukungan ke ...

Berita Terkait

  • Pria Ini Nekat Culik, Cabuli Anak Dibawah Umur Hingga Minta Tebusan Rp500 Juta

  • Kunker ke Gowa, Kapolda Sulsel Apresiasi Perubahan Polres Gowa

  • Ketua DPRD Enrekang : Saya PAN, Saya IYL- Cakka

  • Berkunjung ke Gowa, Kapolres & Pejabat Utama Sambut Kedatangan Kapolda Sulsel

  • Piala Dunia 2018: Ini yang Dilakukan Pelatih Maroko Agar Cristiano Ronaldo Tak Istimewa

  • Tambah Libur, Sekda Sidrap Janjikan Sanksi Tegas Bagi ASN Nakal

Sumber: Google News | Liputan 24 Enrekang

thumbnail

Posted by On 11:20 PM

Benteng Marlborough, Peninggalan Kongsi Dagang Inggris Rival VOC

Benteng Marlborough, Bengkulu

Benteng Marlborough, Bengkulu (Foto: Flickr/Bernhard Huber)
Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC bukanlah satu-satunya kongsi dagang yang pernah mengambil keuntungan dari rempah-rempah yang tumbuh subur di Nusantara. Sebuah kongsi dagang Inggris bernama East India Company (EIC) juga pernah bercokol di Bengkulu pada abad ke-17 dan mendirikan Benteng Marlborough.EIC sendiri memilih bermukim di Bengkulu karena sempat kalah dari VOC di daerah kekuasaan Kesultanan Banten. Terdesak ke Sumatera, EIC berhasil menjalin hubungan dengan Kerajaan Selebar dan membangun benteng dengan bantuan rakyat setempat.

Baca Juga :

  • Mengintip Pantai Tanjung Aan yang Berpasir Meric a di Lombok
  • Menengok Takabisha, Roller Coaster Paling Curam di Dunia
Dilansir dari situs resmi Cagar Budaya Kemendikbud, Benteng Marlborough mulai dibangun pada 1714 dan butuh lima tahun pengerjaan. Namanya diambil dari Jenderal John Churchill yang diberi titel Duke of Marlborough.

Benteng Marlborough, Bengkulu

Benteng Marlborough, Bengkulu (Foto: Flickr/Bernhard Huber)
Benteng Marlborough terletak di tepi Samudera Hindia dan menghadap ke selatan. Di sekelilingnya terdapat parit buatan, menandakan benteng itu berfungsi sebagai pertahanan.Marlborough disebut-sebut sebagai benteng peninggalan Inggris terkokoh di wilayah Timur dan terbesar kedua setelah Benteng St. George di Madras, India.Kegagahan benteng itu tampak dari dinding batanya yang dibuat setebal 1 meter. Arstitekturnya juga menarik. Jika dilihat dari atas, tampak Marlborough berbentuk segi empat dengan bastion atau pos jaga di tiap sudutnya.Peninggalan Inggris tersebut juga memiliki terowongan bawah tanah misterius yang dikabarkan tembus hingga Pantai Panjang, Tapak Padri, dan Gedung Daerah. Namun, karena tak terawat, terowongan itu kini buntu dan tertutup untuk umum.Akibat Traktat London pada 1824, Inggris harus menyerahkan seluruh wilayah Nusantara kepada Belanda, termasuk Bengkulu. Di bawah kekuasaan Belanda, Benteng Marlborough tak lagi menjadi basis pertahanan, tetapi hanya menjadi markas polisi.Tertarik berkunjung ke sana?Sumber: Google News | Liputan 24 Benteng