www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Jadikan Keluarga Sebagai Benteng Pertama dari Radikalisme

Posted by On 3:27 PM

Jadikan Keluarga Sebagai Benteng Pertama dari Radikalisme

Bom di Surabaya

Jadikan Keluarga Sebagai Benteng Pertama dari Radikalisme

Milly Ratudian menyayangkan sikap ibu yang sampai membawa anaknya. keluarga bisa menjadi benteng pertama dari radikalisme dan kualitas hubungan

Jadikan Keluarga Sebagai Benteng Pertama dari RadikalismeTribunnews.comBom Surabaya

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Beberapa hari terakhir, aksi teroris melanda Indonesia. Tragisnya, ibu dan anak-anak ikut menjadi bagian dari aksi teror tersebut. Juru bicara dan Caleg PSI, Milly Ratudian menyayangkan sikap ibu yang sampai membawa anaknya. “Ibu macam apa yang tega menyakiti anaknya, apalagi membuat anak-anak ikut terbunuh dalam aksi menge rikan itu?” Milly mempertanyakan Kamis (17/5/2018).

"Sangat penting kemudian, menjauhkan orang-orang terdekat kita di keluarga dari radikalisme. Caranya dengan menjalin komunikasi yang baik," lanjutnya.

Maka, kata Melly lagi keluarga bisa menjadi benteng pertama dari radikalisme dan kualitas hubungan dalam keluarga menjadi sangatlah penting.

“Ada hal-hal yang tidak bisa digantikan jika hanya berkomunikasi via suara atau digital. Tatapan mata dan ekspresi yang menunjukkan perasaan sebenarnya bisa dirasakan saat bertemu langsung. Saat salah satu anggota keluarga terlihat mulai berbeda dapat langsung dideteksi,” ujar Milly yang juga salah satu inisiator Gerakan Indonesia Berkebun ini.

Kemudian, biasakan saling mengapresiasi dan mengungkapkan perasaan di dalam keluarga. Mengenalkan emosi dan perasaan sejak dini sangat penting. Anak yang sejak kecil sudah diperkenalkan terhadap berbagai emosi akan lebih mudah mengungkapkan perasaan.

&quo t;Jangan pernah mengabaikan ungkapan perasaan karena akan menjadi salah satu faktor yang menghalangi komunikasi," sarannya.

“Resolusi konflik di keluarga menjadi bekal menghadapi konflik di luar. Mengalami konflik, belajar mengakui kesalahan, belajar menerima kritik, belajar bertanggung jawab, dan tidak lari dari masalah merupakan kemampuan yang sangat penting,” ibu dua anak ini menegaskan kembali.

Editor: Rachmat Hidayat Ikuti kami di Perawat Cantik Nangis Diciduk Polisi Gara-gara Posting Kekesalan soal Tragedi Bom Gereja di Facebook Sumber: Google News | Liputan 24 Benteng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »