www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Aksi Jogja Benteng Pancasila Tetap Digelar

Posted by On 8:05 PM

Aksi Jogja Benteng Pancasila Tetap Digelar

Aksi Jogja Benteng Pancasila Tetap Digelar Reporter:

Muh. Syaifullah (Kontributor)

Editor:

Juli Hantoro

Jumat, 1 Juni 2018 15:11 WIB
Poster pembatalan Aksi Bela Negara dan Aksi Bela Negara Pancasila. istimewa

Poster pembatalan Aksi Bela Negara dan Aksi Bela Negara Pancasila. istimewa

TEMPO.CO, Yogyakarta - Aliansi Masyarakat Yogyakarta tetap menggelar aksi Jogja Benteng Pancasila pada hari ini Jumat 1 Juni 2018. Namun mereka memindahkan lokasi yang awa lnya di titik nol Yogyakarta menjadi di parkir barat Stadion Mandala Krida.

Masyarakat yang hendak ikut acara itu kini telah berkumpul di lokasi. “Tetap mengadakan aksi tetapi lokasi dipindah,” kata Gimmy Rusdin Sinaga, wakil koordinator aksi “Jogja Benteng Pancasila, Jumat, 1 Juni 2018.

Sebelumnya polisi membatalkan acara aksi Jogja Benteng Pancasila di titik nol. Pembatalan tersebut karena pada saat yang sama juga beredar rencana acara Aksi Bela Bangsa yang dimotori kubu gerakan #2019GantiPresiden.

Baca juga: Hari Lahir Pancasila, Kaka Slank: Pancasila Jangan Cuma Hafalan

Polisi menilai kedua acara tersebut berpotensi menimbulkan kerawanan. "Itu alasan kenapa kami membatalkan," kata Kepala Kepolisian DIY Brigadir Jenderal Ahmad Dofiri di Yogyakarta, Kamis 31 Mei 2018.

Namun acara aksi Jogja Benteng Pancasila ini tetap berlangsung hari ini dan dihadiri antara lain dari elemen akademisi, praktisi, rohaniawan dan ulama, mahasiswa, tok oh masyarakat hingga petani.

Acara yang dimulai pukul 14.00 itu diawali dengan iringan salawat dari para santri kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.

Setelah itu acara akan diisi dengan penampilan tari dari berbagai daerah, orasi kebangsaan dan pernyataan sikap Aliansi Masyarakat Yogyakarta. Acara akan ditutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri.

Menurut Ketua Panitia Imam Priyono, keinginan masyarakat Yogyakarta untuk merayakan hari lahir Pancasila sangat tinggi. Ada atau tidak ada sekelompok masyarakat mengadakan acara yang sama, elemen ini selalu menggelar peringatan kelahiran Pancasila.

Baca juga: Aksi Bela Bangsa dan Aksi Pancasila Batal di Titik Nol Yogya

"Hari lahir Pancasila ini oleh masyarakat dijadikan momentum untuk mempertegas Yogyakarta sebagai Benteng Pancasila," kata Imam.

Ia menjelaskan, Yogyakarta dikenal sebagai mini Indonesia, karena banyaknya pendata ng dari berbagai daerah, apalagi mahasiswa yang setiap tahun berduyun-duyun untuk menimba ilmu. Keanekaragaman yang ada di Yogyakarta bisa bersatu dalam naungan satu ideologi yaitu Pancasila.

AIiansi Masyarakat Yogyakarta menolak dengan tegas radikalisme dan gerakan-gerakan intoleran. Termasuk gerakan yang menyusup mengatasnamakan kebangsaan namun sebenarnya adalah gerakan yang melemahkan nilai Pancasila itu sendiri.

Lihat Juga


Terkait
  • 1 Juni 2018, Sandiaga Uno Sosialisasi Pancasila di Kampung Betawi

    1 Juni 2018, Sandiaga Uno Sosialisasi Pancasila di Kampung Betawi

    3 hari lalu
  • Jokowi: Pancasila Rumah Bagi Keragaman Bangsa Indonesia

    Jokowi: Pancasila Rumah Bagi Keragaman Bangsa Indonesia

    3 hari lalu
  • Keputusan Kenapa Hari Lahir Pancasila Diperingati Setiap 1 Juni

    Keputusan Kenapa Hari Lahir Pancasila Diperingati Setiap 1 Juni

    4 hari lalu
  • Peringati Hari Lahir Pancasila, Jokowi: Ini Harus Jadi Momentum

    Peringati Hari Lahir Pancasila, Jokowi: Ini Harus Jadi Momentum

    4 hari lalu
  • Rekomendasi
  • BNPT Kategorikan ITS Terpapar Radikalisme, Rektor Tunggu Data

    BNPT Kategorikan ITS Terpapar Radikalisme, Rektor Tunggu Data

    3 jam lalu
  • Presiden Jokowi Lapor Gratifikasi Rp 58 Miliar

    Presiden Jokowi Lapor Gratifikasi Rp 58 Miliar

    3 jam lalu
  • KPK Sebut OTT Bupati Purbalingga Terkait Fee Proyek Pembangunan

    KPK Sebut OTT Bupati Purbalingga Terkait Fee Proyek Pembangunan

    4 jam lalu
  • OTT, KPK Tangkap Bupati Purbalingga

    OTT, KPK Tangkap Bupati Purbalingga

    12 jam lalu
  • Foto
  • Ini Barang Hasil Gratifikasi yang Diserahkan ke KPK

    Ini Barang Hasil Gratifikasi yang Diserahkan ke KPK

    14 jam lalu
  • Ribuan Mancing Mania Serbu Sungai Citarum

    Ribuan Mancing Mania Serbu Sungai Citarum

    1 hari lalu
  • Ini Barang Bukti yang Disita dari Terduga Teroris Riau

    Ini Barang Bukti yang Disita dari Terduga Teroris Riau

    1 hari lalu
  • Warga Lereng Gunung Merapi Kembali Beraktivitas Pasca Letusan

    Warga Lereng Gunung Merapi Kembali Beraktivitas Pasca Letusan

    2 hari lalu
  • Video
  • Sidang Ditunda, Ahmad Dhani Pilih Sikap Ini

    Sidang Ditunda, Ahmad Dhani Pilih Sikap Ini

    4 jam lalu
  • Ribuan Santri Jombang Mulai Mudik ke Jakarta dan Sekitarnya

    Ribuan Santri Jomba ng Mulai Mudik ke Jakarta dan Sekitarnya

    19 jam lalu
  • BPK Berikan Opini WTP pada Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2017

    BPK Berikan Opini WTP pada Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2017

    19 jam lalu
  • Dimarahi Tak Beli Tiket, Pria Ini Teror Kereta dengan SMS Bom

    Dimarahi Tak Beli Tiket, Pria Ini Teror Kereta dengan SMS Bom

    20 jam lalu
  • terpopuler
  • 1

    OTT, KPK Tangkap Bupati Purbalingga

  • 2

    Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Lampung

  • 3

    Bambang Soesatyo Minta KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Kasus E-KTP

  • 4

    Tukang Sampah Penemu Uang Rp 20 Juta Buka Bareng Jokowi

  • 5

    KPK Terus Telusuri Dugaan Duit Korupsi E-KTP ke Golkar

  • Fokus
  • Delik Khusus di RKUHP Masih Menyisakan Masalah

    Delik Khusus di RKUHP Masih Menyisakan Masalah

  • Penangkapan di Universitas Riau dan Radikalisme di Kampus

    Penangkapan di Universitas Riau dan Radikalisme di Kampus

  • Jadi Ganjalan Opini WTP, Begini Nasib Lahan RS Sumber Waras

    Jadi Ganjalan Opini WTP, Begini Nasib Lahan RS Sumber Waras

  • Kasus First Travel, Aset Disita hingga Hukuman 20 Tahun Penjara

    Kasus First Travel, Aset Disita hingga Hukuman 20 Tahun Penjara

  • Terkini
  • Rata-rata Nilai USBN SD di Yogyakarta Menurun pada 2018

    Rata-rata Nilai USBN SD di Yogyakarta Menurun pada 2018

    1 jam lalu
  • Didukung NU, Muhaimin Iskandar Percaya Diri Jadi Cawapres Jokowi

    Didukung NU, Muhaimin Iskandar Percaya Diri Jadi Cawapres Jokowi

    1 jam lalu
  • Polisi Bidik Dua Rekan Tersangka Terorisme di Universitas Riau

    Polisi Bidik Dua Rekan Tersangka Terorisme di Universitas Riau

    2 jam lalu
  • Kemenristekdikti Akui Kampus Rentan Terpapar Radikalisme

    Kemenristekdikti Akui Kampus Rentan Terpapar Radikalisme

    2 jam lalu
  • Tiba KPK, Bupati Purbalingga yang Terjaring OTT Tidak Berkomentar

    Tiba KPK, Bupati Purbalingga yang Terjaring OTT Tidak Berkomentar

    2 jam lalu
  • Pemerintah dan DPR Sepakat Selesaikan Aturan Soal Pegawai Honorer

    Pemerintah dan DPR Sepakat Selesaikan Aturan Soal Pegawai Honorer

    2 jam lalu
  • Tiba di KPK, Bupati Purbalingga Tasdi Acungkan Salam Metal

    Tiba di KPK, Bupati Purbalingga Tasdi Acungkan Salam Metal

    3 jam lalu
  • Polisi Telusuri Aliran Dana Terduga Teroris di Riau

    Polisi Telusuri Aliran Dana Terduga Teroris di Riau

    3 jam lalu
  • Tjahjo Kumolo Laporkan Gratifikasi Keris Majapahit Abad Ke-14

    Tjahjo Kumolo Laporkan Gratifikasi Keris Majapahit Abad Ke-14

    3 jam lalu
  • Presiden Jokowi Laporkan Gratifikasi Rp 58 Miliar

    Presiden Jokowi Laporkan Gratifikasi Rp 58 Miliar

    4 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Mudik Lebaran 2018, Jutaan Manusia Tinggalkan Megapolitan

    Puncak arus mudik lebaran 2018 diprediksi terjadi pada 12 Juni. Pada saat itu, jutaan manusia telah dan akan meninggalkan kawasan megapolitan Jakarta.

    Sumber: Google News | Liputan 24 Benteng

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »