GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Pejabat Enrekang Ramai-ramai Buka Puasa di Jakarta, Upacara ...

Pejabat Enrekang Ramai-ramai Buka Puasa di Jakarta, Upacara ...

Pejabat Enrekang Ramai-ramai Buka Puasa di Jakarta, Upacara Hari Pancasila Sepi Mutarsa menjadi inspektur upacara menggantikan Plt Bupati Enrekang, HM Amiruddin yan…

Pejabat Enrekang Ramai-ramai Buka Puasa di Jakarta, Upacara ...

Pejabat Enrekang Ramai-ramai Buka Puasa di Jakarta, Upacara Hari Pancasila Sepi

Mutarsa menjadi inspektur upacara menggantikan Plt Bupati Enrekang, HM Amiruddin yang sedang dinas luar kota.

Pejabat Enrekang Ramai-ramai Buka Puasa di Jakarta, Upacara Hari Pancasila SepiMuh Azis Albar/Tribunenrekang.comPemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang menggelar Upacara Peringatan Hari Lahirnya Pancasila ke-73 di Halaman Kantor Bupati Enrekang, Senin (4/6/2018).

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang menggelar Upacara Peringatan Hari Lahirnya Pancasila ke-73 di Halaman Kantor Bupati Enrekang, Senin (4/6/2018).

Upacara yang dihadiri oleh beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Enrekang itu dipimpin oleh Sekretaris Dinas Sosial, Mutarsa Lamamma.

Mutarsa menjadi inspektur upacara menggantikan Plt Bupati Enrekang, HM Amiruddin yang sedang dinas luar kota.

Pantauan TribunEnrekang.com, tak ada pejabat teras Lingkup Pemkab Enrekang yang menghadiri upacara tersebut.

Itu lantaran, mereka sedang dinas luar kota di Jakarta mengikuti Buka Puasa bersama keluarga Himpunan Keluarga Massenrempulu (Hikma) di Jakarta.

Bahkan, dari sekitar 4.250 ASN lingkup Pemkab Enrekang, Upacara tersebut hanya diikuti oleh tak sampai 50 ASN.

Dalam sambutannya, Mutarsa mengatakan, pancasila adalah berkah indah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

Pancasila terbentuk melalui perenungan, pergulatan, pemikiran dan kejernihan batin para pahlawan Indonesia.

“Peringatan hari lahir pancasila ini harus dimanfaatkan sebagai momen pengingat, pemacu, dan aktualitas nilai-nilai pa ncasila,” kata Mustari.

Ia menjelaskan, negara mana pun di dunia ini akan selalu berproses menjadi masyarakat yang bineka dan majemuk.

Itu lantaran, kemajemukan ini selalu dibayang-bayangi oleh risiko intoleransi, ketidak bersatuan dan ketidak gotong royongan.

“Saatnya kita berbagi pengalaman dalam berbhineka tunggal ika, dalam bertoleransi, serta dalam membangun persatuan dan kebersamaan,” ujarnya.

Penulis: Muh. Asiz Albar Editor: Imam Wahyudi Sumber: Tribun Timur Ikuti kami di Cemburu, Oknum TNI Culik dan Bunuh Karyawan, Terbongkar dari Kasus Laka dan Telepon Terakhir Korban Sumber: Google News | Liputan 24 Enrekang

No comments