www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Bumbung, Alat Musik Kreasi Sulawesi Selatan

Posted by On 3:57 PM

Bumbung, Alat Musik Kreasi Sulawesi Selatan

Bumbung
Ilustrasi Bumbung

Terkini.id â€" Kehadiran alat musik ini merupakan salah satu fakta bahwa lebih dari 10 persen bambu dunia berada di Indonesia dan bambu merupakan bagian dari kultur rakyat Indonesia.

Alat musik Bumbung memiliki kemiripan dengan alat musik dari Bali yang dikenal dengan nama Rindik. Rindik merupakan salah satu alat musik tradisional Bali yang terbuat dari bambu sebagai bahan bakunya.

Rindik terdiri dari 11 nada berdasarkan selendro. Alat musik ini digunakan pada upacara perkawinan dan acara pertunjukan yang dikenal dengan nama “Joged Bumbung”.

Tarian Joged bumbung ini biasanya diiringi oleh sepuluh atau dua puluh orang yang mamainkan gamelan, termasuk para penabuhnya.

Cara memainkan B umbung juga dengan memakai dua buah alat pukul seperti palu yang terbuat dari karet dan ban mobil bekas. Biarpun tidak ada Bumbung. Tidak masalah hanya saja, kehadiran alat musik bumbung ini adalah sebagai pemanis bagi alat-alat musik lainnya.

Bumbung
Ilustrasi

Musik adalah bahasa universal. Siapapun bisa menikmati musik tanpa ada batasan wilayah, ras, bangsa, dan agama. Bermunculannya beragam jenis musik, tidaklah lebih sebagai bentuk pengungkapan identitas sebuah negara, ras, etnis, bahkan agama tertentu.

Baca :1.700 pelajar main alat musik tradisional di F8 Makassar

Bangsa Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa banyaknya. Tak heran jika hampir semua alat musik tradisional maupun yang merupakan hasil kreasi menggunakan bahan baku dari alam.

Alat musik tanah air, terutama di Sulawe si Selatan, sebagian besar dibuat dari bambu, seperti katto-katto, parappasa, seruling dan salah satu alat musik yang baru, bumbung.

Bumbung merupakan salah satu alat musik hasil kreasi para pembutan alat musik di Sulawesi Selatan. Kehadirannya melengkapi alat-alat musik tradisional yang dimainkan pada setiap acara, terutama pertunjukan tari.

Pengrajin alat musik tradisional, Muslimin, mengatakan bahwa alat musik ini sudah ada sejak tahun 1992 dan tidak termasuk sebagai alat musik tradisional asli.

Bumbung merupakan perpaduan alat musik tradisional maupun modern yang diracik dalam bentuk kreasi baru. Kehadirannya tidak terlepas dari kondisi alam Tana Toraja yang kaya dengan tumbuhan bambu. Karena bahannya diambil dari toraja, maka alat musik ini dianggap berasal dari Tana Toraja yang kemudian dikembangkan di Makassar.

Baca :Pertunjukan musik tradisional pukau penonton F8

“Awalnya kita hanya menggunakan satu bambu, tetapi karena nadanya juga hanya satu, sehin gga terpikir lebih baik dikreasikan menjadi tujuh batang bambu yang akan berpadu satu dengan yang lainnya, menciptakan nada-nada harmoni,” jelas Muslimim.

Tujuh batang bambu itu memiliki ukurun berbeda dan menghadirkan nada yang lengkap, mulai dari yang pendek bernada pendek ‘Do’ dan yang paling ujung serta terpanjang bernada ‘Si’ bila dimainkan, terjadilah nada diatonis, yang awalnya pentatonis.

Jenis bambu yang digunakan sebagai bahan untuk membuat Bumbung, bukanlah bambu sembarangan, tetapi dari jenis bambu tertentu yang disebut Bambu Betung (bulo Pattung=Makassar). Jadi, tidak semua jenis bambu bisa dijadikan sebagai bahan untuk membuat alat musik Bumbung.

Bumbung
Ilustrasi

Adapun cara memainkannya, terang Muslimin, adalah dengan memukul. Itu sebabnya alat musik kreasi ini digolongkan ke dalam alat musik pukul. Alat yang digu nakan untuk memukulnya bisa dengan menggunakan tangan, namun saat ini digunakan sandal jepit.

“Bila dibandingkan menggunakan tangan atau alat lainnya, nada yang dikeluarkan lebih jelas dan baik jika menggunakan sandal jepit. Selain itu, tangan juga tidak capek,” jelas Muslimin.

Baca :16 peserta fine art ramaikan F8 di Anjungan Makassar

Bumbung merupakan pelengkap dan pengiring tarian tradisional yang ada di Sulsel. “Alat ini boleh tidak ada, namun kehadirannya berfungsi sebagai pemanis saat mengiringi tari yang dimainkan,” katanya.

Di Sulsel, Bumbung hanya bisa ditemukan di Yayasan Anging Mammiri (Yama). Namun jika grup musik lain membutuhkan, bisa dipesan di Yama.

Bumbung sudah puluhan tahun mengiringi pementasan ataupun pertunjukan tari. Sayangnya, kehadiran alat musik kreasi ini belum memiliki hak paten.

Penulis : Salmawati

PenulisAdmin TerkiniSumber: Sulawesi Selatan

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »