GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Maros, pusat beradaban pertama bagi Sulawesi Selatan

Maros, pusat beradaban pertama bagi Sulawesi Selatan

Bekas tapak tangan di gua pra sejarah Maros. (Gambar internet) Online24, Makassar â€" Hari ini Sabtu 20 Oktober 2018 merupakan hari jadi Provinsi Sulawesi Selatan yang ke …

Maros, pusat beradaban pertama bagi Sulawesi Selatan

Bekas tapak tangan di gua pra sejarah Maros. (Gambar internet)
Bekas tapak tangan di gua pra sejarah Maros. (Gambar internet)

Online24, Makassar â€" Hari ini Sabtu 20 Oktober 2018 merupakan hari jadi Provinsi Sulawesi Selatan yang ke 349. Tapi tahukah anda, jika masyarakat Sulawesi Selatan memiliki perbedaan dibanding dengan daerah lain menyangkut sejarah manusia yang pertamakali mendiami satu wilayah. Salah satu temuan yakni bahwa Sulawesi tak memiliki kehidupan manusia purba sebagaimana di Pulau Jawa yang telah dihuni sejak 1,5 juta tahun yang lampau. Sementara di Sulawesi Selatan sendiri. Arkeolog menyebut bahwa manusia modern pertama mendiami Sulsel tepatnya di Maros sekitar 30 ribu tahun lampau. Hal ini terlihat dari peninggalan pra sejarah di bumi Butta Salewangeng tersebut.

Jejak linguistik memetakan penyebaran manusia di Sulawesi khususnya Sulawesi Selatan dapat terlihat dari proses penyebaran dan bahasanya. Menurut profesor Peter Bellwood, Arkeologi asal Australia, dalam bukunya “Southeast Asia From Prehistory to History” (2004) bahwa penyebaran manusia di Sulawesi Selatan berdasarkan catatan radiokarbon dimulai dari Maros yang berasal dari Kalimantan. Mereka disebut sebagai “pendatang” yang berbahasa Austronesia. Ini pula yang berbeda dengan asal muasal manusia dan bahasa dari Pulau Jawa. Khusus di Sulsel menurut Professor Bellywood, akar bahasanya berasal dari proto Melayu, Polynesia/PMP. Inilah kemudian cikal bakal dari bahasa di berbagai daerah dan suku di Sulawesi Selatan.

Dari delapan suku yang melahirkan delapan jenis bahasa tersebut, adalah suku bugis menurut Bellywood yang paling berkembang. Mereka ini menghuni hilir Danau Tempe dan Sidenreng. Kemudian berimigrasi ke beberapa wilayah terutama yang memiliki sumber daya alam dan mineral. Hasil sumber daya alam ini mereka penjual belikan kepada bangsa lain terutama kepada warga negara China. Sejak saat itulah suku bugis mengalami perkembangan pasar hingga menjadikan beberapa kelompok yang kemudian menentukan sejarah modern di Sulawesi Selatan.

Sumber: Sulawesi Selatan

No comments