www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

PPM Sulsel Minta Proyek Tahap II Jembatan Sungai Bialo ...

Posted by On 6:00 PM

PPM Sulsel Minta Proyek Tahap II Jembatan Sungai Bialo ...

PPM Sulsel Minta Proyek Tahap II Jembatan Sungai Bialo Bulukumba Dihentikan

Aksi tersebut untuk meminta pihak pemerintah daerah (Pemda) Bulukumba untuk menghentikan pembangunan proyek Jembatan

PPM Sulsel Minta Proyek Tahap II Jembatan Sungai Bialo Bulukumba Dihentikanfirki/tribunbulukumba.comBeberapa mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya sebagai Perhimpunan Pemuda dan Mahasiswa (PPM) Sulsel, berunjuk rasa di Kantor Bupati Bulukumba, Kamis (18/10/2018).

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Beberapa mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya sebagai Perhimpunan Pemuda dan Mahasiswa (PPM) Sulsel, berunjuk rasa di Kantor Bupati Bulukumba, Kamis ( 18/10/2018).

Aksi tersebut untuk meminta pihak pemerintah daerah (Pemda) Bulukumba untuk menghentikan pembangunan proyek Jembatan Muara Sungai Bialo, di Kelurahan Bentenge, Kota Bulukumba.

Pengunjuk rasa menilai, pembangunan tahap II jembatan tersebut diduga bermasalah, dikarenakan saat ini proyek tersebut masih dalam proses lelang sesuai kode lelang No. 849292 nilai HPS sekitar Rp 4,4 miliar.

Namun hasil investigasi dari PPM Sulsel, dinyatakan bahwa proyek tersebut sementara dalam pelaksanaan oleh PT Gunung Raya Bulukumba dengan nilai kontrak sekitar Rp 4,3 miliar, yang waktu pelaksanaannya mulai pada 28 Agustus 2018 hingga 25 Desember 2018.

"Kami menuntut dengan keras pihak Panitia ULP untuk memberikan kejelasan kepada kami dan seluruh masyarakat terkait dengan tender proyek pembangunan Jembatan Bialo tahap II selama dua kali," kata salah seorang orator.

Selain itu, pengunjuk rasa juga mendesak pihak Dinas PUPR Kabupaten Bulukumba, untu k menjelaskan terkait dasar pemutusan kontrak kepada PT Gunung Raya Bulukumba.

Pengunjuk rasa diterima langsung oleh Kadis PUPR Bulukumba, Muh Amry.

Amry menjelaskan, proses tender tahap II telah dilakukan dan diikuti oleh dua perusahaan, salahsatunya yakni PT Gunung Raya Bulukumba dan proses tersebut berakhir pada 11 Agustus 2018 dan diikuti beberapa perusahaan.

Atas dasar itu, kata Amry, Dinas PUPR menindaklanjuti dengan membuat Surat kontrak pada 11 Agustus 2018, kemudian perusahaan tersebut melakukan proses pengerjaan.

Pada 21 September 2018, kata Amry, ada situs portal Inapro yang menyatakan bahwa PT Gunung Raya Bulukumba adalah perusahaan yang masuk dalam daftar black list.

Sesuai aturan, pihaknya tidak boleh menyediakan barang dan jasa, sehingga kemudian Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) memutuskan kontrak pada perusahaan tersebut secara sepihak.

"Seandainya ada pemenang kedua dalam lelang tahap I, maka perusahaan tersebut akan ditu njuk untuk meneruskan proyek pembangunan Jembatan Bialo. Namun Perusahaan kedua yang ikut lelang juga tidak memenuhi syarat sehingga Pemkab Bulukumba melakukan lelang ulang," jelas Amry.

Amry juga menjelaskan, bahwa pengerjaan proyek yang dilaksanakan oleh PT Gunung Raya Bulukumba belum dibayarkan oleh Pemkab Bulukumba karena anggaran belum cair.

Dalam aksi tersebut, pengunjuk rasa dan pihak Dinas PUPR Bulukumba sempat beradu argumen mengenai polemik pembangunan jembatan tersebut.

Penulis: Firki Arisandi Editor: Imam Wahyudi Sumber: Tribun Timur Ikuti kami di Wali Kota Bogor Nyamar Pesan Wanita, Dua Pelaku Prostitusi Digerebek, Ngaku Sehari Layani 5 Pria Sumber: Google News | Liputan 24 Bulukumba

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »