www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Sulawesi Selatan, Daerah Pengirim TKI Terbanyak di Indonesia Timur

Posted by On 9:32 PM

Sulawesi Selatan, Daerah Pengirim TKI Terbanyak di Indonesia Timur

Terkini.id, Makassar â€" Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah utama pengiriman tenaga kerja ke luar negeri.

Dalam kurun waktu 2008-2017, Sulsel merupakan daerah pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan peringkat ke-7 di Indonesia, dengan jumlah TKI yang dikirimkan 66,29 ribu orang TKI dari total 2,92 juta orang TKI dari seluruh Indonesia.

Profil TKI cenderung memiliki kualitas yang masih berpotensi untuk dilakukan perbaikan.
Secara Nasional, profil TKI antara lain jenis kelamin 60% wanita, dengan tingkat pendidikan 70% maksimum lulusan SMP.

Hal itu terungkap dalam kunjungan rombongan Bank Indonesia dan BNP2TKI yang dipimpin Kepala BI Sulsel, Bambang Kusmiarso, di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu 17 Oktober 2018.

Rombongan BI dan BNP2TKI, diterima oleh Pj Sekretaris Provinsi Sulsel, Ashari Radjamilo.

Banyak Tak Punya Dokumen

Dalam pertemuan tersebut, dijelaskan, ditemukan banyak TKI tanpa dokumen di Malaysia, dengan jumlah TKI tanpa dokumen yang terus bertambah sekitar 32,5 ribu orang per tahun.

TKI tanpa dokumen berdampak pada tingginya deportasi di beberapa daerah seperti 80% deportan di Nunukan berasal dari Sulawesi dan Nusa Tenggara, 30% deportan di Entikong berasal dari Sulawesi dan Nusa Tenggara, serta 22% deportan di Tanjung Pinang berasal dari Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Baca :Soni Sumarsono Buka Rakernas XIll APEKSI Tahun 2018

Apabila dirinci lebih lanjut, pangsa rata-rata TKI dari Provinsi Sulsel terhadap kawasan Sulampua (Sulawesi Maluku dan Papua) dari tahun 2015-2017 mencapai 62% dengan jumlah rata-rata 1.458 orang per tahun.

Pertumbuhan pengiriman TKI dari Sulsel mengalami peningkatan selama 3 tahun terakhir, meski sempat melam bat di tahun 2015-2016 karena terdapat moratorium yang dikeluarkan pemerintah pusat dalam rangka melindungi TKI.

Oleh karena itu, beberapa upaya yang telah dilakukan untuk mendorong pengiriman TKI pada tahun 2017, adalah mendorong sertifikasi sesuai bidang keahlian kerja TKI.

Berdasarkan data dari BNP2TKI, pada umumnya TKI dari Sulsel masuk ke Malaysia melalui Nunukan dan Entikong, bahkan masuk secara informal memenuhi kebutuhan tenaga kasar perkebunan.

Ke depan, TKI dari Sulsel diarahkan untuk tenaga kerja yang lebih terdidik antara lain yang berasal dari sekolah vokasi dan diharapkan dapat melalui pintu Batam, untuk memenuhi kebutuhan industri di Penang, Singapura, dan Kuala Lumpur agar lebih terjamin administrasi dokumen TKI dan kepastian kontrak kerja dengan perusahaan (formal).

Adapun potensi sekolah vokasi yang ada dan dapat dikembangkan di Sulsel seperti pariwisata, pelayaran, perawat dan politeknik. Rencana pengembangan layanan TKI ini merupakan tinda klanjut MoU BI, OJK, Kemenaker dan BNP2TKI.

Baca :Pengurus NPC Laporkan Persiapan Pekan Paralympic Provinsi Sulsel 2018 ke Gubernur

Terobosan Sulawesi Selatan

Saat ini, Sulawesi akan melakukan 5 terobosan. Antara lain:

1. Etalase bursa tenaga kerja luar negeri dan dalam negeri, yang merupakan suatu program membangun infrastruktur sistem informasi dan database lowongan kerja dalam dan luar negeri. Diharapkan melalui program ini, terbangun media bertemunya antara lowongan pekerjaan dan calon TKI.

2. Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA), yang merupakan suatu program yang mengintegrasikan 5 fungsi layanan dokumen penempatan TKI dari sebelumnya membutuhkan 2-3 bulan, menjadi 5 hari dan dari sebelumnya harus dilakukan di 5 kantor terpisah, diharapkan akan dilayani dalam 1 kantor.

3. Program percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) TKI, yang merupakan suatu program dalam rangka memperkuat kekuatan finansial calon TKI yang akan berangkat me lalui penyediaan kredit yang murah sehingga tidak terjebak pada rentener dan calo.

4. Pasukan informasi produk dan layanan TKI di desa, yang merupakan suatu program yang menghadirkan informasi produk dan layanan TKI dalam rangka memperkuat perlindungan dari intimidasi dan penipuan penyiapan TKI.
Program ini akan dijalankan oleh mahasiswa dengan mengintegrasikannya dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

5. Infrastruktur dan program pemberdayaan UMKM, yang merupakan suatu program dalam rangka memperkuat kemandirian TKI dan keluarga yang telah kembali ke tanah air, dan menjadi mandiri secara finansial.

Baca :Tim EKPPD Minta Pemprov Sulsel Tingkatkan Kinerja

6. Dalam mewujudkan program tersebut diatas, tentunya perlu ada tim lintas instasi, yang melibatkan BNP2TKI dan TP2D didukung oleh Bank Indonesia.

Target

Pengembangan layanan ini ke depan diharapkan dapat bermanfaat:

1. Mendorong pengembangan Tenaga Kerja Luar Negeri yang me rupakan pahlawan-pahlawan devisa Indonesia yang diharapkan ke depan dapat meningkatkan penerimaan devisa, yang selanjutnya akan turut memperkuat perbaikan transaksi berjalan/Current Account Defisit (CAD) melalui peningkatan worker remittances.

Pada tahun 2017, pendapatan remittance Indonesia mencapai 9 miliar USD atau berada pada peringkat 15 dibanding Negara-negara lainnya, atau berada di bawah India, China, Filipina, Vietnam, dan Bangladesh.

2. Meningkatkan layanan dan perlindungan Tenaga Kerja IndonesiafTKI yg bekerja di LN, terutama tenaga terdidik.

3. Mendorong Sulsel sebagai pusat atau hub layanan TKI di Sulawesi, Maluku dan Papua.
4. Dengan inisiatif tersebut, diharapkan dapat memberikan alternatif kesempatan kerja untuk menurunkan kemiskinan, pengangguran serta masalah sosial lainnya.

Sehubungan dengan itu, pemerintah daerah akan mendukung antara lain dalam bentuk sarana dan prasarana, serta mendorong pengembangan sekolah vokasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga luar negeri, dan sertifikasi kompetensi yang tentunya sangat diperlukan.

PenulisHasbi ZainuddinSumber: Sulawesi Selatan

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »